25 tahun lalu, saya masih bermimpi. Berharap mainanku menjadi kenyataan. Superhero, penyihir serba bisa, dan apapun. Semua terasa empuk sampai tak terbangunkan.
Saat itu, usiaku baru beranjak dari balita. Bapakku pun masih sering mengajakku jalan jalan, menuntunku dengan jari telunjuk kesana kemari. Kadang membonceng sepeda jengki. Aku berdiri di "gonce'an" belakang sambil memeluk erat pundak Bapakku. Bercanda ria sepanjang jalan. Kadang terbahak bahak saat roda jengki menjulang karena menabrak batu.
Baru, saat Bapak membeli Vespa, ramai tangisku tak tertahan untuk segera menaikinya mengelilingi desa yang gemah ripah ijo keroyo royo ini. Iya, vespa biru tua itu menjadi vavoritku untuk mengelilingi jalan bebatuan.
Saya masih suka bermain. Dakocan, kelereng, betengan, jambretan, uthek, gobak sodor, atau lainnya. Tanpa Smartphone, tanpa kamera, tanpa jaringan dan kuota. Dan saya bahagia, selayak anak lainnya yang tak tau dimana masa depannya.
Saat tak ada bayangan masa depan, ternyata ada pejuang pejuang tangguh yang melihatku dan kawan kawan seusiaku dengan senyum dan harapan. Masa depan panjang seakan siap diternak untuk dibenihkan. Ada desas desus seperti gelora bung Karno yang akan mengguncang semeru. Bakal bakal pemuda yang harus diterpa di lingkungan dan kultur Gandrirojo agar menjadi generasi yang berakhlak karimah dan mampu menjawab tantangan zaman.
Berdirilah MA YSPIS pada tahun 1995. Masyaallah.
Maju maju maju.
Sampai desaku ramai ilmu dan sugih dayoh
Dayoh wali santri
Dayoh malaikat rizki
Kiyai kiyai di madrasahku
KH. SAHLAN M. NUR,
KH. ROY MUSTAR
KH. MUHDI MAWARDI
KH. MUDARIS MAWARDI
KH. MUJAHID MAWARDI
KH. FAHRURROZI
Para mu'assis
Para guru
Dan orang tua kita
Ya Allah.
Alfatihah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar