Selasa, 11 Juni 2019

Puisi "yang terkasih hijrah kepada yang kuasa"

Robohnya Teduhan
Rintik itu tak sederas bisingnya
Menetes di pipi dengan jeritan
Sabit ramadhan hanya memandang dari kejauhan
Entah apa yang dia pikir
Lagu lagu lama terngiang kembali
Seakan sabit sudah tau arahnya
Berkerumun, menjerit, menangis, menyesal
Entah apalagi
Kisah kasih terpendam tiba tiba meledak
Semua kenangan indah
Semua perangai 
Dari setia hingga derma
Dari patuh sampai kasih sayang
Dari tidur sampai buang air besarpun
Tak bercelah
Berisak

Seperti terjadwal
Entah bagaimana rumusnya
Mungkin malaikat pengiring tersenyum, atau bahkan bosen, sambil bergumam
"Yooo, ngene maning, ngene maning"
Andai saya melihat kerut mukanya
Mungkin saya terpingkal
Perpisahan memang pahit, tapi kehilangan jauh keji
Mengenang itu, tidak perlu menunggu perpisahan
Berbakti itu, tidak perlu menunggu kehilangan
Tapi yang kuasa maha tau
Sang penakdir tampak jelas mendekte lini kehidupan, kisah demi kisah
Oh Tuhan, Al Qur an-mu tak terbantahkan
"Bersabar dan Bersyukur". Begitu Engkau menganjurkan
Dua kata, tak seremeh mengucapkannya
Tak sekecil imbalannya
Membuat dera deru berdendang menyairkan nasib dengan senyuman
Semoga yang meninggal diberi ketenanga
Yang ditinggal diberi ketabahan







Puisi pernikahan / pesan berrumah tangga / amanat mauidhoh hasanah munakahat

Bahtera memang tak sehebat pernikahan
Likunya berkelok membuat nada kehidupan
Ombaknya bertubi bak ornamen klasik
Tak pernah usang
Pernikahan itu...
bukan sekedar memadukan kesamaan
bukan hanya di atas pelaminan
bukan pula sekedar bermain di atas ranjang
Atau sekedar cinta dan bermesraan
Kebahagiannya pun bukan diproyeksikan untuk satu dua hari, satu dua bulan setelah pernikahan
.
.
.
Dari ekonomi, keluarga, tradisi, ego, jiwa, sikap
Semua perlu ditata, dimusyawarahkan dan dipadu.
Yang menang, bukan suami yang menang
Yang kalah, bukan istri yang kalah
Entah kalah atau menang
Atau tak penting keduanya
Karena ada satu titik dimana tidak ada kekalahan maupun kemenangan.
"Kebaikan".
Saya kurang mampu menjelaskannya.
Memenangkan tanpa mengalahkan
Atau mengalahkan tapi tak pernah memenangkannya
Bukan aku yang mengalahkan
Atau dia yang memenangkan
Itulah ikatan pernikahan

Dialah istriku
Bukan tipe perempuan modis
Atau semenawan para mantan

Tapi demi tuhan, saya berterimakasih kau jodohkannya untukku

Ku tarik kehidupan tanpa selayang pandang jaminan kesejahteraan dari pangku erat ibu nya
Bagaimana mungkin?
...?
Ku tarik kebebasannya hanya untuk menggembala dua mutiara harapan kabahagiaan
Bagaimana mungkin
...?
Ku tarik kehidupan moral dan karakternya kepada prinsip baru yang entah apa kepastian hasilnya?
Bagaiamana mungkin? Juga
...?
Ku tarik kemitraanya, Jutaan rupiah melayang setiap bulan. Terbuang. Dan hanya ku berikan kocek atau klitik
Bagaiamana mungkin?
...?
.
Hanya menuruti jiwaku
.
Dua tahun pernikahan sobo paran tak tentu ujungnya.
Dia tetap sabar dan memotivasiku
Tak jarang ku berikan nafkah yang tidak layak
Diapun tetap tersenyum
Haha
Selamat aniversary pernikahan Bu'e
Mohon doa dulur dulur
semoga pernikahan kamu sakinah mawadah warohmah
Dan juga lumeber kepada pernikahan dulur dulur juga

Minggu, 09 Juni 2019

Puisi "Nikmat yang tak dirindukan"

Nikmat yang tak dirindukan

Fatamorgana bertabir
Jauh kelam tak terlihat
Muslim memang luar biasa
Nikmat hidup saja senikmat ini
Nikmat mati justru lebih nikmat
"Mapak" nikmat yang lebih besar
Tapi siapa yang merindu
Aku pun masih sayang anak istri
Hanya iman yang bisa kuat
Hanya tawakkal yang bisa tegar
Hanya taqwa yang bisa siap
Rahmat dan syafaat semoga mengiringi
Umat masih berharap umur panjang
Agar bisa bersiap siap
Entahlah, zaman apa ini
Dunia membuat iman lalai
Membuat taqwa takut
Membuat tawakkal khawatir
Rahmat dan syafaat tak terbahaskan lagi
Benar benar zaman akhir
Nikmat dan adzab seakan rancu
Bagaimanapun nikmat, adzabpun mana
Dunia ini benar-benar membuat lalai
Tuhan merinci bagianku bagianmu
Ini, itu
Nikmat, adzab
sunnah, makruh
rijit
Siapa yang tak kenal surga neraka
Muslim mana yang tak percaya adzab kubur
Dari ular hingga "kolomenjing"
Dari "pentung" sampai api
Sepantasnya semua umat mendekati Tuhan
Karena semua menakutkan
Atau mungkin menakuti saja
Buktinya taubat belum terisbat
Bahkan mengiring jenazah dengan gelak tawa
Dari cerita kerja, masa muda hingga janda
musibah jenazah seakan tak berkhittah
Seperti kafilah berlalu, esokpun seperti itu lagi
Semoga kita khusnul khotimah


Sabtu, 08 Juni 2019

Surat cinta

KELUH KISAH ABDI TINTA

Kajian : Menanti Sabda Cinta
Ahmad daim
Kamis, 28 Agustus 2008
Cinta…
Itulah hakikat kehidupan. Kehidupan tanpa kehadiran kekasih bagai manusia tak bernyawa. Sedangkan kasih tanpa satya bagai nyawa tak beraga.

Pangkat, derajat, martabat dan hasrat akan menjadi berkarat bila ada benih-benih cinta. Jurang gelap, laut curam dan hunusan pedang tajam tidak akan bisa menjadi alasan bagi cinta untuk mundur satu langkah.

Kemegahan sahyang raja seketika runtuh tak berpuing bila diserbu pasukan cinta. Letusan batu hitam, santapan air biru dan amukan si jago merah tak kan kuasa menandingi kekuatan maha dahsyat kerinduan cinta

Hal diatas merupakan seklumit dari kiasan-kiasan cintaku pada seorang dara. Andai aku jelaskan satu persatu tentang cintaku padanya pada lembaran kertas ini, maka patahnya belulang jariku akan menjadi saksi betapa agung cintaku padanya.

Inilah wanita yang mengisi ruang kalbuku, seorang dara tindaknya penuh lentera, lakunya mengandung seribu satu tanda, pandangnya jauh menembus maksud yang tiada terkira, senyumnya tombak siaga menusuk rasa.

Maksud hati, abdi tinta hendak mengutarakan cinta padanya.

Wahai dambaan hatiku…
Salam kasih ku sanjungkan untukmu. Semoga hari yang cerah dengan diiringi keceriaan dan langkah yang pasti selalu menyertai hidupmu.

Kasih…
Pertama aku melihatmu, pandangmu penuh isu, seakan rasa angan bisu bagai hendak peluk erat aku. Karena itu aku tau, Memandangmu hidupkan hasrat, mengenalmu lahirkan semangat, bahagia di hati sungguh ku semat. Hingga ku rasakan damai cinta, ku asakan kasih cinta, ku hidupkan rahma cinta, ingin ku jalin kasih satya.

Kasih…
Melihatmu, seakan hidupku penuh dengan bunga keindahan cerminan surga dunia.
Ketahuilah!
Sebenarnya mengenalmu bukan kehendakku, namun kedatanganmu membuat pikiranku semakin tenang, damai, bahagia dan nyaman. Perasaan yang demikian belum pernah aku rasakan sebelum aku mengenalmu. Sejak saat itu, aku yakin engkaulah yang membuat daku menjadi lebih mengenal arti hidup dalam sebuah jalinan kasih cinta.

Berhubungan denganmu, membuat hatiku cerah, penuh senyum, seakan hidup hanya untuk bersamamu. Berpapasan bincang denganmu, itulah yang lahirkan semangat dalam hidupku. Melangkah menjadi dambaan hatimu, Impian bagai seraya abadi dalam surga. Meraih cintamu, menjadikan tumbuhnya muara bunga di halaman istana cinta dalam hatiku.

Sebelumnya, maafkanlah terlebih dahulu, jikalau aku lancang telah berani menulis kata-kata ini. Karena semua itu lantaran dorongan hati yang tidak dapat aku bendung lagi.

Keresahan yang selalu merajuk dalam sukmaku, membuat daku memberanikan diri untuk mengatakan hal ini.

Sekali lagi maaf atas polah tingkahku selama ini. Aku tidak tau, sebesar apa permohonan maafku ini? Tapi yang jelas amatlah besar. Aku juga tidak tau, sepanjang apa ibarat permohonan maafku ini? Tapi yang jelas amatlah panjang, sampai-sampai aku sendiri tidak tau permulaan dan ahirnya itu di mana? Akupun ragu, akankah kau bersedia menerima permohonan maafku? Atau TIDAK. Tapi setidaknya, aku memiliki sedikit tumpuan harapan untuk kesediaanmu memafkanku.

Segalanya sudah menjadi tekatku , sudah menjadi niatku yang teguh untuk menyampaikan hal ini kepadamu, yakni tentang perasaanku.

Aku yakin kebaikan dan keakraban yang kamu tunjukan kepadaku selama ini adalah cerminan kasih cinta yang suci, tulus dan besar.

Wahai pujaan hatiku… .
Rasanya kurang pas, jika aku mencintaimu, kurang logis, dan kurang pada tempatnya. Namun inilah yang terjadi. Itulah yang aku rasakan . Itulah yang selama ini menyiksa batinku.

Aku sadar, siapa sebenarnya “aku”. Aku tiada lain hanyakah orang biasa. Namun apapun yang terjadi, aku juga seperti manusia biasa lainnya yang hidup membutuhkan cinta.

Aku tau, cinta tidaklah dapat di ukur dengan kata-kata, bahasa tubuh atau sekedar mencurahkan segenap perhatian. Dan inilah cintaku padamu yang hanya bisa di lihat dengan hati dengan menyatukan dua hati melalui pandangan pertama.

Wahai kekasih hatiku…
Ketahuilah Cinta ini tidaklah aku buat-buat. Akan tetapi, Cinta ini lahir dan tumbuh dari lubuk hatiku yang paling dalam. Tanpa adanya dorongan, paksaan atau permintaan dari pihak lain. Perasaan cinta ini datang tanpa rencana. Tuhanlah yang memberikan anugrah berupa perasaan cinta kepada hamba yang lemah ini.

Perasaan ini membut daku manjdi tentram, damai dan nyaman. Sejak itu aku tau, bahwa kalbuku telah di landa bencana cinta. Dan semakin hari,bencana ini menunjukkan getar-getar cinta yang semakin dalam dan kuat. Akupun tak kuasa menahannya.

Wahai cahaya hatiku…
Manusia hidup untuk mencintai dan dicinta semua itu adalah kodrat yang ditentukan ilahi yaitu yang telah membuat rasa ini. Hidup tanpa cinta sangatlah tidak sempurna. Hidup adalah untuk cinta yang tulus yang tumbuh dari lubuk hati.

Manusia terlahir ke dunia karena cinta. Manusia meninggalkan dunia juga karena cinta. Bahkan manusia bersuarapun juga atas nama cinta. Nada-nada cinta semakain indah untuk membuka jalinan kasih rahma.

Wahai gadis hatiku…
Pandang matamu selalu larutkan mimpiku. Pernah aku mencoba untuk menatap matamu, menelusuri setiap apapun yang ada di dalamnya. Namun, itu tidak bisa lama aku lakukan. Karena pancaran sinar matamu meluluhkan pandangku. Aku tidak bisa masuk ke dalam sukmamu dan kemudian menelusuri seluruh isi hatimu.

Kasih setiaku…
Hembus nafasmu menyejukkan sukmaku. Sorot matamu bagai elang yang ingin menerkam mangsa yang mampu menggertakkan kalbuku. Wajamu bening, seindah pancaran sinar rembulan yang terang di malam carah pada bulan purnama. Sentuhan tanganmu menghangatkan tubuhku bagai di samping api unggun.

Kasihku…
Bawalah aku kedalam dunia hayalmu.

Ketahuilah ……sayang……!!
Kebungkamanku selama ini adalah kejujuran hatiku yakni perasaan yang sesungguhnya. Ketika aku bersamamu, yang aku rasakan adalah rasa serba salah, namun hal itu ku rasa benar dan mengasyikkan. Ketika aku bersamamu, yang aku rasakan adalah rasa ingin memeluk erat tubuhmu bagai tak ingin ku lepaskan, bagai ingin memilikimu untuk selama-lamanya.
Lentera kalbu menyala terang kembali, bagai sinar yang indah dan cantik. Sukma kembali disinar oleh mentari. Sukma kembali ditaburi bunga-bunga kasih. Terdapat cinta yang bergeter kuat dikalbu. Ada kasih yang selalu mengisi ruang dan waktuku.

Kasih cinta…
Adalah puncak keindahan dalam bahasa apapun ia tidak bisa dihilangkan dari akal. Ia juga tidak bisa dihilangkan melalui sebuah persujudan. Karena, ia datang dengan anugerah. Ia adalah surga dunia. Segala keindahan terkandung didalamnya. Kedamaian tersemat di sisinya. Kebaikan selalu mengiringinya, kesetiaan selalu menyertainya.

Sayang…
Gelora cinta ini tak kan terkubur oleh zaman. Takkan layu oleh sang kumbang, takkan kering oleh panasnya api kerinduan, namun cinta ini akan ku tanam, akan ku rawat supaya menjadi setaman bunga cinta yang tumbuh dalam dua hati idaman setiap insan.

Sabda cintaku…
Saat ku sendiri, hanyalah kesepian yang menemani, kehadiranmu sungguh sangat berarti walau aku sadari, itu hanya sebatas anganku untuk mendapatkanmu seutuhnya. Ijinkan aku untuk selalu mencintaimu dan menyayangimu, dan ijinkanlah cintaku berbunga di hatiku untuk sepanjang hayat. Biar rerasa mekar dan semerbak dalam hatiku.

Sayang…
Terkadang kaki telah menapak di atas bumi yang luas guna tuk melangkah menuju asa deras. Terkadang tangan telah manggenggam kuat akan asa guna tuk menggapai dan mempertahankan cita nyata. Terkadang netra lelah menembus pandang kedepan. Guna tuk meraih cita harapan. Memang semua itu ada batasnya. Jalan yang panjang dan jauhpun pastilah kita dapati tikungan. Tali yang panjang nan elok pun pastilah kita dapati ujungnya.

Iya…
Itulah batas
Jika batas menciptakan jarak berwujud jurang yang curam di atas kita. Selama angin berhembus dan menerjang ke segala arah. Selama surya terbit dari timur dan terbenam di barat. Selama itu pula cintaku berdiri tegak, semi, tumbuh dan berkembang.

Kisah kasih ini akan ku ukir hingga ajal merenggut. Kau adalah cahaya dalam pelita kegelapan dan kesunyian. Kau adalah air yang memadamkan bara api kebencian. Sejahtera terkias pada senyummu. Bahagiaku tersemat pada pandangmu. Damaiku saat berada disisimu.

Aku sayang kamu.
I love you
I miss you
I need you
Jadikan aku sebagai cinta terakhirmu.
Mohon balasannya.
Sanda, by first love
2 Oktober 2009

Kamis, 06 Juni 2019

MALITER

Maliter
Hidup itu unik tapi rumit
Semudah menangis, lalu taraaa, dapat
Semudah kun, lalu taraaa, fayakun
Semudah bim salabim, lalu taraaa, ada kadabra
Benar, hidup itu enak dan mudah
Tapi tunggu...
Juga Serumit ketok palu pak hakim
Atau Serumit ujian matematika
Dan Serumit rumah tangga
Benar, hidup itu rumit dan susah
Perlu pendewasaan dalam mencari solusi terbaik
Dan untuk itu, tidak bisa praktis
Sayup Lahap tak hanya asam, garampun tiba
Bagaimana mungkin asam garam disantap
Saya pengen tau semengkerut apa lidahnya mengecap dua barang itu
Generasi karbit mungkin sudah meliur
Padahal enak bila dipadu dan diramu dengan yang lain
Ini yang luput "dikertas" sekolah
Bangku bangku itu tidak pernah mencakupnya
Pendidikan seharusnya selayaknya guru
Digugu ditiru untuk selamanya
Bukan sekedar pengalaman
Setelah dialami, cukup sekian
Maka sepantasnya mencari pendamping itu yang sudah menggugu dan meniru pendidikannya
Mengecap asam garam sebagai bekal rumah tangga
Sekurangnya tau cara memberikan hormat, cara memberikan sapaan, dan cara memberikan teguran
Bila ada yang maliter, jauhi. Dan kita doakan semoga tidak ada yang bernasib sial terlanjur mempersuntingnya
Maliter?
What's the mean?
Entahlah
Bagi saya maliter adalah sikap idealisme yang memprioritaskan kepentingannya sendiri atau kelompok tertentu.
Bakhil, masuk di dalamnya
Hal apapun diperhitungkan dalam materi
Urusan apapun diperhitungkan waralabanya
Posisi bagaimanapun diperhitungkan balas jasanya
Jauhi orang yang seperti ini
Bila pun kita terlanjur hidup ditengah mata mata iblis ini, mari bersama saya membaca istighfar untuk diri kita dan untuknya
Semoga kita diberi ketabahan dan kekuatan hidup lebih lama untuk menyadarkannya.
Amin