Minggu, 26 April 2020

3 Dekade Koncret


3 Dekade Koncret
Pengalaman adalah guru terbaik. Pepatah ini terkenal sampai terpapar di sampul dan alas buku sekolah. Tapi Sepertinya pepatah ini terpotong. Seharusnya, "pengalaman adalah guru terbaik untuk orang yang ingin memulai". 
Padahal memulai itu, "Gampang".  Tapi banyak yang bingung mencari kemudahan. Memulai, "siap". Tapi banyak yang tidak sanggup. Memulai dari, "sekarang". Tapi esok pun belum tiba.
.
Memang dunia ini membingungkan. Memulai dan mengakhiri adalah kata yang mudah, segampang membalikkan tangan, siapa yang tidak bisa. Tapi butuh tekad dan pengorbanan kuat untuk melaksanakannya. Memulai hal baik dan mengakhiri hal buruk adalah kunci. Kunci...? 
Kunci kesulitan. Saya pikir ini sulit. Untuk melakukan nya memerlukan kontrol emosi, kontrol perasaan, kontrol harga diri dan nafsu lainnya. Bila anda seperasaan, berarti kelas kita sama. 
.
Namun pengalaman membuat kita berpikir lagi. Ternyata ada yang lebih sulit lagi, yaitu memulai membiasakan hal baik dan mengakhiri kebiasaan buruk. Ini adalah kelas super. Super sulit.
.
Bagaimanapun, bila kejadian di dunia ini sudah dijadikan pepatah, pasti mayoritas benar. Watak dan watuk misalnya. Bahwa watuk (batuk, red) ada obatnya, tapi watak sangat sulit diubah. Bukankah ini sudah menjadi primbon wajib dalam pepatah. Maka benar adanya, ini menjadi kelas super. 
.
Tapi lagi lagi, ada resep agar lulus di kelas ini. Yaitu "asam garam". Percayalah, dengan memperbanyak makan "asam garam", semuanya akan jadi mudah. Tak akan ada yang sukar. Tapi Ingat, ini hanya resep, bukan ujian, tidak ada sertifikat dan ijazah. Ingat pula, kita ini hidup di negeri kertas, bukan negeri "jangan asem". 
.
Bila kau sudah bisa membuat "jangan asem", kau akan berkata, "namun bila kau mengalami kesulitan atas suatu hal, berbagialah, karena kau pasti dapat menyelesaikannya. Sejatinya kesulitan adalah tidak mengetahui kesulitan itu sendiri. Sejatinya kesusahan adalah tidak mengetahui masalah itu sendiri.
Maka bila kau merasa keberatan menyelasaikan masalah, engkau perlu membuat skema, membuat klarifikasi, membuat analisis. Jangan meratapi.
.
Memang menasehati itu mudah. Yang sulit adalah seleksi menjadi penasehat. Tapi biarlah. Toh, Pengalaman berbanding lurus dengan kematangan usia. Hari ini, genap aku mengulang ke 31 usiaku. Tapi asam garam ku masih sekuku. Belum cukup untuk membuat "jangan asam". Masih labil, masih emosional, masih lebay.

Tuhan, bantu hamba memperkaya hati ini
Bantu hamba memperkaya hati keluarga hamba
Allah, khusnul khatimahkan hidup hamba


Gandrirojo, 20 April 2020

Sabtu, 25 April 2020

SEPANTASNYA RAMADHAN

Ramadhan adalah syariat islam. Sebenarnya ada banyak yang serupa. ada uposatha-nya budha, ada siwa ratri dan nyepi-nya Hindu. Ini belum prapaskah-nya Katholik yang lebih lama. Semua dari tuhan. Biarlah masing masing menganutnya, tapi Indonesia tetap menghormati kepercayaan warga negaranya. 
.
Memang urusan satu ini sensitif. Maka benar indonesia mengatur nya. Kurang apa UUD 1945, mengatur rigit tentang kepercayaan itu. Sudah kuat dengan 28, ditegaskan lagi dengan 29, dan masih banyak peraturan yang lain.
.
Saya setuju, setiap agama memiliki ritual masing masing. Tapi ramadhan berbeda. Ada tradisi unik non syar'i yang hanya bisa dijumpai di bulan ini. 
.
Tradisi hijab gorden misalnya. Warung warung kompak ria. Seperti ada intruksi, atau sanksi bila tidak memasangnya. Ibarat sejoli bertemu setelah wisuda, penjaja pun bermalu kucing. ambil antara untuk parkir lalu memeriksa 8 arah mata angin seperti takut tertular Corona. APD (Alat Pengaman Diri)-nya lengkap, ada helm, masker, bila masih rawan "terdampak",  Mungkin baju hazmat. Tradisi ini sangat merakyat, terutama untuk pekerja berat. berat menahan lapar misalnya.
.
Tradisi lainnya adalah tradisi hijab musiman. Sebenarnya agak canggung. Seperti Waitress, pramutama, PK atau istilah lainnya disebuah bar, kasino, warung billiar, tempat karaoke
atau tempat lain sebagainya. Tapi biarlah. Hidayah tuhan siapa yang tau.
.
Sebenarnya masih banyak tradisi lainnya, seperti tradisi taubat berkala, tradisi taat berkala, tradisi mengaji musiman, tradisi jalan pagi musiman, tradisi ngabuburit musiman, dan lain lain. 
Sebagian warga berasumsi, hal tersebut hanya sepantasnya berramadhan, dan berramadhan sepantasnya, sebagian lain karena motif ekonomi dan gengsi.

Tapi apapun itu, semuanya perlu dihormati. 
Mungkin pembaca juga punya tradisi lain yang hanya dijumpai saat ramadhan?